Senin, 21 April 2014
Follow Us: Facebook twitter
Abaikan Kapolda Riau, 5 Polres Tak Sidik Korupsi
Headline
foto:ilustrasi
Oleh: Haluan Riau
sindikasi - Senin, 2 Januari 2012 | 01:05 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Pekanbaru - Di awal bertugas, Kapolda Riau Brigjen Pol Suedi Husein pernah menargetkan masing-masing Polres daerah ini menangani minimal dua kasus korupsi. Kenyataannya dari 11 Polres yang ada hanya 6 Polres saja yang menyidik kasus korupsi. Lima Polres lainnya, termasuk Polresta Pekanbaru belum ada memproses kasus korupsi.

Suedi Husein dalam pemaparannya kepada wartawan Sabtu (31/12/2011) siang, mengatakan kasus korupsi yang disidik jajaran Polres selama tahun 2011 sebanyak 6 kasus. Masing-masing di Polresta Dumai sebanyak 2 kasus, Polres Rokan Hilir (Rohil) sebanyak 2 kasus, Bengkalis 1 kasus, Siak 1 kasus, Kampar 1 kasus dan Pelalawan 1 kasus.

Sedangkan Polres yang belum melakukan penyidikan kasus korupsi yaitu Polresta Kota Pekanbaru, Polres Rokan Hulu, Polres Kuansing, Polres Inhu dan Polres Indragiri Hilir. Kapolda Riau mengaku tak habis pikir kenapa Polres-Polres tersebut belum melakukan penyidikan terhadap kasus korupsi di wilayahnya.

"Saya tak tahu, apakah memang tidak ada korupsi? Apa belum didalami? Atau tidak ada yang melapor di sana," katanya.

Meski sejumlah Polres belum memenuhi target penyidikan kasus korupsi minimal dua kasus, ucap Brigjen Pol Suedi Husein, namun pada tahun 2011 Polda Riau berhasi menerima toga penghargaan setelah rapat kerja (Raker) di Jakarta baru-baru ini.

Penghargaan yang diterima terkait penyelesaian kasus, penyelidikan dan kecepatan dalam proses. Sayangnya pada kesempatan itu Kapolda tak menyebutkan penanganan kasus korupsi di Ditreskrimsus Polda Riau sepanjang 2011.

Ungkap 5.071 Kasus

Sepanjang 2011, Polda Riau beserta jajarannya menangani 9.383 kasus. Namun dari keseluruhan kasus yang ditangani tersebut, hanya 5.071 kasus yang terungkap dan terselesaikan. Hal ini jauh menurun dibanding tahun 2010 dimana Polda Riau menangani sampai 10.475 kasus.

Hal itu disampaikan Kapolda Brigjend Pol Suedi Husein dalam konfrensi pers menjelang detik-detik menyambut Tahun Baru 2012, Sabtu (31/12) pukul 20.00 WIB. Dari data tersebut, secara kuantitas kasus yang terjadi menurun, namun secara kualitas kasus yang terungkap meningkat.

Dicermati secara kasus, selama 2011 yang mengalami peningkatan adalah pencurian dengan pemberatan (curat) 1.349 kasus, kemudian narkoba 908 dan penganiayaan berat 806.

Sementara tahun 2010, kasus yang menonjol adalah narkoba, pembunuhan dan kebakaran. Untuk kasus curanmor, curat dan curas paling banyak terjadi di wilayah hukum Polresta Pekanbaru. Sepanjang tahun 2011 di Pekanbaru terjadi 233 kasus, disusul Bengkalis 180 dan Kampar 124 kasus.

Untuk curas, sepanjang 2011 di Pekanbaru sebanyak 90 kasus, disusul Rohil 43 dan Bengkalis 41 kasus. Begitu juga dengan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) paling banyak terjadi di Pekanbaru dengan jumlah 302 kasus, tempat kedua Rohil 84 kasus dan Rohul 75 kasus.

"Sepanjang tahun ini, curat, curas dan curanmor memang dominan terjadi di Pekanbaru. Itu berdasarkan data yang kita himpun di Mapolda Riau, tetapi untuk kasus narkoba yang paling banyak terjadi adalah di Bengkalis dengan jumlah 121 kasus, baru diikuti Pekanbaru 111 kasus," ujarnya Suedi Husein.

Ia menambahkan, pada 2011 kasus curat paling sering terjadi antara pukul 00.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB dinihari, tercatat sebanyak 372 kasus.

Begitu juga dengan curanmor yang kerap terjadi pukul 00.00 WIB sampai 04.00 WIB dinihari dan tercatat terjadi sebanyak 165 kasus yang kerap terjadi di pemukiman penduduk. Berbeda halnya dengan curas, curas paling sering terjadi pada pukul 12.00 WIB siang hingga pukul 17.00 WIB.

Lakalantas

Selain kasus kriminal, Kapolda juga menyampaikan jumlah kasus Lakalantas sepanjang tahun 2011 sebanyak 1.869 kasus. Korban meninggal dunia 848 orang, luka berat 1.483 orang dan luka ringan 1.715 orang. Sedangkan kerugian material yang akibat lakalantas tersebut mencapai Rp11,3 milliar.

Pada kesempatan itu, Kapolda Riau berharap tahun 2012 masyarakat dan kepolisian dapat lebih bekerjasama dalam meningkatkan kamtibnas.

"Kita wajib mendukung, wajib berpartisipasi menciptakan situasi kamtibmas guna meningkatkan peran sinergitas dan kebersamaan. Dalam mengantisipasi konflik, baik sara dan keagamaan, kita juga mengimbau kepada tokoh masyarakat dapat ikut membantu dalam menciptakan kamtibnas, karena tugas tersebut bukan hanya dari kepolisian saja," tutup Suedi. [mar]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA