Sabtu, 1 November 2014
Follow Us: Facebook twitter
Jembatan Baru Adopsi Suramadu
Headline
IST
Oleh: Koran Kaltim
sindikasi - Jumat, 23 Desember 2011 | 21:55 WIB

INILAH.COM, Tenggarong – Persiapan marathon untuk lelang proyek pembangunan jembatan di Kecamatan Loa Kulu Kukar yang ditarget akan dilaksanakan pada triwulan pertama 2012 terus dikejar.

Bahkan desain jembatan Loa Kulu sebagai pengganti Jembatan Mahakam II yang ambruk 26 November lalu itu juga sudah rampung dikerjakan. Jauh sebelum musibah ambruknya jembatan, Pemkab sudah melakukan persiapan untuk pembangunan jembatan Loa Kulu. Hal ini dilakukan untuk memecah arus lalu lintas yang semakin padat belakangan ini.

Desain jembatan Loa Kulu yang akan dibangun ini nanti menyerupai jembatan Suramadu di Jawa Timur (Jatim) yang menghubungkan antara Surabaya dan Madura (Suramadu), yakni menggunakan cable stay yang langsung bertumpu pada pylon (tiang utama) yang ada di dua sisi jembatan. Desain dibuat oleh PT Adhiyasa Desicon, sebuah perusahaan jasa konsultan teknik dari Semarang pada sekitar tiga tahun lalu.

Kepala Dinas PU Kukar Didi Ramiyadi melalui tim teknis pembangunan jembatan Loa Kulu Maman Setyawan mengatakan, panjang keseluruhan jembatan Loa Kulu ini adalah 1 km. Panjang bentang utama antara pylon 200 meter dan total jalan pendekat 800 meter untuk kedua sisi jembatan. Sedangkan lebar badan jembatan totalnya 9 meter, termasuk untuk pejalan kaki di kedua sisi jembatan tersebut masing-masing 1 meter.

“Jembatan Loa Kulu ini menggunakan cable stay, tapi tidak menggantung ke tali bentang utama, artinya tidak menggunakan klam. Kami yakin dengan desain jembatan seperti ini akan tahan lama lebih dari 50 tahun,” kata Maman yang juga Kasi Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum Kukar itu kepada Koran Kaltim.

Dia juga mengatakan, jika jembatan ini nanti selesai dibangun maka terlebih dahulu akan dilakukan uji terowongan angin untuk mengukur daya tahan jembatan terhadap terpaan angin dengan melibatkan tim ahli dari Australia.

Untuk lokasi pembangunan sendiri jelasnya saat ini memang ada dua opsi. Yang pertama sekitar 10 meter dari jembatan Mahakam II persisnya di intake PDAM di Tenggarong. Opsi kedua di lahan bekas PT Kayu Mas di Loa Kulu yang memiliki tikungan cukup ekstrim.

Meski sama-sama tanahnya adalah milik Pemkab, namun dari kedua opsi itu yang paling memungkinkan adalah di bekas lahan PT Kayu Mas. Pertimbangannya karena lahan itu kosong dan pemukiman penduduk nyaris tidak ada. Sedangkan di lokasi intake PDAM, jumlah pemukimannya sudah cukup padat.

“Kalau yang dilokasi PDAM itu perlu dilakukan pembebasan lahan dulu, sedangkan untuk pembebasan lahan itu butuh waktu yang lama. Alternatif yang paling memungkinkan adalah di bekas lahan PT Kayu Mas,” ujarnya menambahkan.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab akan melelang proyek pembangunan jembatan Loa Kulu senilai Rp400 miliar tersebut pada Januari mendatang. Dengan adanya jembatan tersebut akan membuka 4 akses utama bagi warga, pertama jalan Loa Kulu-Loa Janan menuju Samarinda, kedua tembus ke Kelurahan Air Putih, Samarinda, ketiga menuju Kelurahan Karang Paci, Samarinda dan keempat menghubungkan ke L2 Tenggarong Seberang yang tembus ke Kelurahan Sei Siring lokasi pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB). [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA