Kamis, 23 Oktober 2014
Follow Us: Facebook twitter
Bambang Pamungkas Ikut Pukuli Hilton
Headline
Bambang Pamungkas - inilah.com/Agus Priatna
Oleh: BeritaPagi Palembang
sindikasi - Senin, 19 Desember 2011 | 20:30 WIB

INILAH.COM, Palembang - Bukannya melerai, kapten Timnas Indonesia itu justru ikut melakukan pemukulan bersama Ismed Sofyan dan Leo Saputra.

Fakta mengejutkan datang dari peristiwa pengeroyokan yang menimpa dua pemain Sriwijaya FC, Hilton Moreira dan Thierry Ghathuessi. Ternyata, kapten Persija Jakarta sekaligus Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas, ikut serta dalam aksi pemukulan terhadap Hilton.

Hal itu disampaikan pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi. Dia mengungkapkan, kronologi masalah ini timbul sejak babak pertama di mana Hilton Moriera dan Ismed Sofyan sudah terlibat perseteruan di lapangan hingga akhirnya berujung adu jotos di Hotel Swarna Dwipa Palembang yang menjadi tempat menginap pemain Persija dan tiga pemain asing SFC.

Menurut Kas, saat di hotel, Ismed bersama Bambang Pamungkas dan Leo Saputra sempat menanyakan kamar di mana Hilton menetap kepada resepsionis hotel. Hilton akhirnya turun dari kamar dan terlibat pertengkaran dengan Ismed.

“Waktu itu Hilton dan Ismed ribut dan melakukan pemukulan. Selain Ismed, Bambang Pamungkas dan Leo Saputra juga melakukan aksi pemukulan,” ucap Kas dengan nada kesal kepada BeritaPagi, Senin (19/12).

”Thierry kemudian datang untuk melerai tapi malah ikut dikeroyok belasan pemain Persija,” sambungnya.

Peraih medali emas SEA Games 1991 di Filipina itu sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan para pemain Macan Kemayoran, terutama sikap Bepe - panggilan Bambang Pamungkas - dan Ismed Sofyan. Pasalnya, kedua pemain ini adalah pemain senior yang seharusnya menjadi panutan pemain muda.

”Mereka itu pemain profesional dan senior, seharusnya mereka bisa menjaga sikap. Persoalan yang terjadi di dalam lapangan tidak boleh dibawa ke luar, itu namanya pemain profesional. Tapi, kalau kejadiannya seperti ini mereka adalah pemain kampung,” tegas pria asal Solo itu.

Kas mengatakan, dalam sepakbola permainan keras adalah hal yang wajar ketika di dalam lapangan. Termasuk soal keputusan wasit dan pemberian kartu merah. Harusnya semua pihak dapat menerima hasil ini.

"Saya sudah pesankan kepada semua pemain untuk bersikap dewasa menghadapi semua masalah, jangan ikut-ikutan. Namanya juga bermain bola, biasa ada benturan di lapangan tapi di luar kita semua adalah saudara,“ jelas mantan pemain Persis Solo itu.

”Harusnya mereka mencontoh sikap Keith Kayamba Gumbs dan Fabiano Beltrame. Meski keduanya diusir wasit namun mereka tetap bersikap sportif dan menerima keputusan itu, dan itu ciri pemain profesional. Bahkan, keduanya tidak bertikai usai pertandingan,” katanya.

Ditambahkannya, pascakejadian kondisi tim masih kondusif. Seluruh pemain sudah melupakan kejadian tersebut dan tidak menyimpan rasa dendam. Meski demikian, SFC meminta aparat kepolisian untuk memproses kasus ini secara profesional.

”Kondisi Hilton dan Thierry semakin membaik dan kami sudah menyerahkan hasil visum kepada aparat kepolisian. Saya harap kasus ini segera diproses karena ini murni penganiayaan. Harus ada sanksi tegas supaya kasus ini tidak terulang kembali dan tidak ada lagi aksi kekerasan terhadap pemain,” pungkasnya. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
11 Komentar
ericka
Rabu, 21 Maret 2012 | 08:35 WIB
_gk sah pada nyela orang dehh klian" ituuuuuuuuuuu liat diri klian sendirie baek gknya urusan orang gk sah jd bincangan kyk gk da kerjaan z dosa ap gk tau itooo BP ISMED N LEO semangat yow klok mank klian bener dy yg calah q pastiee dukunggggggggg klian Bp ericka gechil
ananda
Kamis, 2 Februari 2012 | 15:27 WIB
sudah senior tapi kok gx melerai
nova
Rabu, 1 Februari 2012 | 15:08 WIB
q g ngerti kabar ni benar tau g.yang jelas klo toh emank benar yang bersangkutan harus bertanggung jawab atas insiden itu(BP,ISMED N LEO) kepada pihak yang berwajib mohon segera di slidiki. untuk BP khusus'nya, tunjukkan jiwa kepemimpinanmu di timnas bukan kepemimpinan preman.
mbambang
Rabu, 21 Desember 2011 | 17:11 WIB
hukuman? emang ada komdisnya? =))
engkang mat
Selasa, 20 Desember 2011 | 14:40 WIB
proses hukum msh lanjut bos,bambang cs sepertinya harus berlatih duduk di kursi psakitan,sebelum sidang di PN Palembang tiba
boyo larung
Selasa, 20 Desember 2011 | 13:23 WIB
pemain persija isl masukan semua kedalam penjara semuanya preman .... bambang ketua genk preman dan ngak becus membela tim garuda .... hukum dia lebih berat
RIRIN MIRADIANIS IFADA
Selasa, 20 Desember 2011 | 12:11 WIB
aku ngak tahu berita itu benar atau tidak tapi saya rasa insiden pengeroyokan itu seharusnya tidak terjadi smua mslh bisa di hadapi dg kepala dingin saya bplovers sangat kecewa dg om bambang pamungkas
Pandu nandiansya
Selasa, 20 Desember 2011 | 12:02 WIB
Mas bambang kok tega banget melakukan pengeroyokan(pemukulan) pemain sriwijaya fc apa salah dari pemain sfc sendiri seharusnya seorang captain hrs memberikan contoh bguat rekan rekannya dilapangan malahan ikut baku hantam dengan pemain tuan rumah
fakta
Selasa, 20 Desember 2011 | 08:37 WIB
Fakta? lo cuma denger dari satu sumber lo bilang fakta? dasar media abal... palembang tai
bayu
Senin, 19 Desember 2011 | 22:11 WIB
bambang braninya kroyokan . kroco .
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA