Kamis, 30 Oktober 2014
Follow Us: Facebook twitter
Hiburan Malam Berkembang Pesat di Palembang
Headline
inilah.com/Dok
Oleh: BeritaPagi Palembang
sindikasi - Selasa, 6 Desember 2011 | 02:05 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Palembang - Bisnis hiburan malam di Palembang berkembang pesat karena memang tidak bisa dibatasi oleh pemerintah. Hal ini tentu berdampak pada generasi muda. Untuk itu masyarakat harus proaktif ikut mengawasi.

Demikian dikemukakan anggota Komisi IV DPRD Sumsel yang juga Sekretaris DPD KNPI Sumsel MF Ridho, di sela-sela acara diskusi dengan tema ‘Pengaruh Tempat Hiburan Malam Terhadap Generasi Muda’ di Hotel Classie, Jalan Rajawali, Senin (5/12/2011). Dia juga berharap, materi dialog pemuda ini tidak abu-abu dalam menyikapi pertumbuhan Kota Palembang.

Ridho menjelaskan, Kota Metropolis tidak mungkin membatasi investasi di dunia hiburan malam. Penyebabnya, hal itu menjadi bagian dari tuntutan masyarakat perkotaan yang modern.

Namun, menurutnya, perlu ada solusi sehingga kemajuan juga berbanding lurus dengan moralitas, khusus bagi kalangan generasi muda.

"Artinya, peran pemerintah mengawasi pusat hiburan malam dan melindungi warganya dari ancaman kerusakan akibat tumbuhnya hiburan malam, banyaknya hiburan malam mengundang beberapa kerawanan yang harus diwaspadai,” ujar Ridho.

KNPI sebagai wadah berhimpun generasi pemuda, kata Ridho, tentu punya tanggung jawab terhadap perkembangan generasi muda. Setidaknya dari sisi moralitas.

“Dengan adanya dialog ini, kita sharing bersama-sama. Yang mana menjadi sisi positif dari tempat hiburan itu terhadap generasi mudanya, lingkungannya, daerah. Dan juga, mana menjadi sisi negatifnya,” kata Ridho.

Menurut dia, untuk menghindari penyalahgunaan tempat-tempat hiburan, perlu langkah antisipatif. Dari sisi regulasi, diperlukan pula peraturan daerah untuk mengatur aktivitas bisnis tempat hiburan itu.

“Tempat hiburan yang profesional ini tentunya ada aturan-aturan. Seperti ada peraturan-peraturan dari dinas pariwisata, kepolisian, persatuan Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI),” ujar Ridho.

Acara diskusi yang digelar KNPI Sumsel ini, dihadiri pemuda dan pelajar serta mengundang pembicara dari jajaran Polda Sumsel, Dinas Pariwisata, pakar hukum, dan pengelola tempat hiburan.

Ketua Panitia Pelaksana Yusmir Rasyid mengatakan, diskusi digelar dilatarbelakangi maraknya tempat hiburan malam yang berkembang di Palembang, di mana keberadaannya sedikit banyak meresahkan orangtua.

"Makanya kami gelar diskusi, bahkan tidak sebatas itu kalangan hiburan malam juga diundang," katanya.

Dikatakan, keberadaan tempat hiburan malam tidak bisa dihindari karena bagian dari ciri perkembangan kota. Namun begitu, pengelola tempat hiburan harus tetap mengedankan prinsip ketimuran sehingga pemuda tidak kehilangan identitas.

”Di harapkan seluruh pengelola tempat hiburan bisa bertindak secara profesional, baik dari segi aturan, jam, dan tata cara pengunjung” katanya.

Diharapkan dengan adanya diskusi tersebut bisa membuat solusi untuk perkembangan tempat hiburan malam yang tidak merusak kalangan kawula muda,sehingga regenerasi ke depan bisa diharapkan bangsa dan Negara.

”Selain pengelola diharapkan bertindak profesional juga dibutuhkan pengawasan yang ketat dari orangtua agar anaknya tidak terjerumus ke dalam lembah kejahatan,” katanya.

Asisten I Pemprov Sumsel Mukti Sulaiman SH juga berharap kepada pelaku tempat hiburan malam agar memberlakukan izin mereka dengan sebaik mungkin dan tidak menyalahi aturan yang ada. Seperti dalam penyediaan minuman dan penyajian hiburan yang melanggar norma hukum.

”Sesuai dengan visi dari Kota Palembang sendiri untuk menciptakan Kota Internasional, jadi kita berharap seluruh pengelola tempat hiburan malam bisa menjaga aturan mereka sesuai dengan perda yang ada, dan untuk penyajian agar tidak berlebihan baik dari minuman hingga jam kerja yang harus ada batas sesuai dengan aturan perda yang telah disampaikan ke setiap pemilik tempat hiburan malam,” katanya.

Menurut Mukti, profesionalisme pengelola itu sangat diharapkan dalam menjalankan kinerja, seperti melarang tamu yang datang itu di bawah umur, sehingga para pemuda tidak akan menginjakkan kakinya ke tempat hiburan malam tersebut.

”Selain para pengelola, juga dibutuhkan pengawasan yang ekstra dari orangtua agar anak mereka tidak terjerumus ke lembah hitam seperti memakai Narkoba, sehingga generasi muda kita terjauhi dengan perbuatan yang melanggar hukum seperti penyalahgunaan narkoba tersebut,” katanya. [mar]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA