Jumat, 19 September 2014
Follow Us: Facebook twitter
Hangus Terbakar di Pelabuhan
Kapal Pemkab Lingga Bukan Dalam Perbaikan
Headline
inilah.com/Dok
Oleh: Haluan Kepri
sindikasi - Selasa, 6 Desember 2011 | 02:20 WIB

INILAH.COM, Tanjungpinang - Kapal ferri berbahan fiber milik Pemerintah Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau yang terbakar di galangan kapal milik PT Palindo, Tanjungpinang, Sabtu (3/12) lalu ternyata bukan dalam perawatan, tapi hanya menumpang parkir untuk menginap atau bermalam.

"Setiap datang dari Lingga, kapal itu menumpang parkir dan menginap di sini (galangan kapal PT Palindo). Jadi kapal itu bukan dalam perbaikan. Informasi di media itu tidak benar," kata Pemilik PT Palindo, Harmanto melalui Kepala Bagian Pengawas Lapangan PT Palindo, Aseng saat ditemui di ruangan kerjanya, Senin (5/12).

Pengakuan Aseng ini berbeda dengan pernyataan Kasat Polair Polresta Tanjungpinang AKP Rusdwiantoro yang sebelumnya mengatakan kapal tersebut sudah 10 hari berada di dermaga milik PT Palindo, Tanjungpinang untuk menunggu giliran masuk dok atau perbaikan.

Menurut Aseng, sebelum alat transportasi Bupati Lingga terbakar, kapal produksi tahun 2006 itu sudah berada di lokasi perairan perusahaan sekitar satu minggu lebih. Dan kapal itu sering menginap di pelabuhan itu.

"Pemkab Lingga itu relasi kita. Perusahaan kami yang membuat kapal itu dan serahterima kapal tersebut dilakukan pada 2006 lalu. Jadi terbakarnya kapal itu bukan kesalahan karyawan kami, tapi kesalahan penjaga kapal itu," ujarnya.

Aseng menegaskan pihaknya tidak bertanggungjawab terhadap insiden kebakaran yang menimpa kapal milik negara tersebut. Karena, jauh-jauh hari pihaknya telah mengingatkan kepada Pemkab Lingga agar selalu hati-hati dan tidak membuang puntung rokok atau menyalakan genset sembarangan.

"Kita bilang ke mereka (penjaga kapal milik Pemkab Lingga) agar selalu mengikuti aturan atau prosedur di sini dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan atau menaruh bensin sembarangan. Hal ini agar tidak terjadi hal-hal buruk yang menimpa kapal tersebut. Jadi jika ada apa-apa terhadap kapal itu kita tidak akan bertanggungjawab. Dan itu resiko ditanggung sendiri,"jelasnya.

Terkait biaya pembuatan kapal, Aseng enggan menyebutkan angkanya. Namun yang pasti kata dia , kapal tersebut memiliki 4 mesin genset kualitas bagus serta didukung oleh fasilitas mewah, seperti, TV, Air Contitioner (AC), ruangan VIP dan ruangan karaoke serta bisa menampung 30 penumpang. Kapal ini lanjutnya khusus untuk mengangkut pejabat Pemkab Lingga, bukan kapal penumpang.

Meski Aseng enggan menyebutkan biaya pembuatan kapal, namun informasi yang diperoleh dari salah seorang anggota tim panitia pelaksana lelang kapal Pemkab Lingga mengaku pengadaan kapal itu menggunakan dana APBD Pemkab Lingga dan berada pada Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Lingga dengan nilai anggaran Rp1.149.500.000.

"Proyek kapal itu dikerjakan oleh PT Palindo selaku pemenang lelang terbuka di Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Lingga tahun 2006. Bila tidak salah, nilai- nilainya kontraknya sekitar Rp1,149 miliar lebih yang dimenangkan PT Pelindo Tanjungpinang," katanya sembari meminta agar namanya tidak dimuat di koran.

Di tempat terpisah Kepala Bagian Operasional Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Tanjungpinang, Cpt Ahmad Jauhari mengaku kapal yang menginap di galangan kapal lalu terbakar itu tidak pernah dilaporkan ke pihaknya. Seharusnya kata Ahmad, kapal besar maupun kecil, dilaporkan terlebih dahulu ke Pelindo.

"Tidak ada laporannya bahwa diinapkan di sana. Kalau untuk izin rekemondasi, tentunya didapat dan diperoleh dari Dinas Administrator Pelabuhan (Adpel). Kalau kita sifatnya hanya laporan saja. Tapi laporannya tidak ada,"beber Jauhari.

Sementara itu Kepala Seksi Gamat Adpel Tanjungpinang, Aan Anwar menegaskan, khusus untuk kapal milik negara memang banyak diberikan kemudahaan atau dispensasi. Artinya mau bersandar dan menginap di mana saja, proses perizinannya tidak dipersulit. Yang jelas, seharusnya, pihak perusahaan di sanalah yang menyampaikan tata tertib aturan yang ada di sana.

"Itu kan wilayah perusahaan. Seharusnya mereka yang menjelaskan, bagaimana prosedur yang baik dan benar pada saat kapal itu menginap di lokasi itu. Kalau dari kita, yang jelas, kapal besar dan kecil harus memilik izin dari Adpel, khususnya untuk bersandar di pelabuhan resmi maupun menginap. Sedangkan untuk kapal milik negara atau aparat, kita memberikan kemudahah untuk diinapkan di mana saja," katanya.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Suhendri melalui Kasat Polair Polres Tanjungpinang AKP Rusdwiantoro menegaskan, kasus terbakarnya kapal tersebut masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara, kapal negara itu terbakar akibat korsleting mesin genset didalam kapal tersebut.

"Saya masih di Batam mas. Yang jelas dugaan sementara seperti itu. Nanti kalau ada perkembangan, saya kabari,"ujarnya saat dihubungi via ponsel, kemarin.

Sejauh ini polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. "Belum ada yang kita tetapkan sebagai tersangka," kata Suhendri.

Seperti diberitakan sebelumnya, kapal milik Pemkab Lingga hangus terbakar ketika bersandar di pelabuhan galangan kapal milik PT Palindo Marine, Jalan Lancang Kuning Tanjungpinang sekitar pukul 13.00 WIB.

Kapal Ferri dengan mesin 800 PK tersebut dinakhodai Said Jamri. Diduga api yang menghanguskan kapal fiber ini berasal dari korsleting salah satu mesin dari empat mesin kapal.

Sekretaris Komisi II DPRD Lingga, Agus Norman, meminta Pemkab Lingga segera mengambil langkah untuk pengganti sementara kapal milik Pemkab Lingga yang terbakar. Hal itu perlu, demi untuk kelancaran tugas Bupati Lingga, Daria. Sedangkan untuk penyelidikan, DPRD Lingga menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada kepolisian.

"Untuk penyelidikan terbakarnya kapal tersebut telah kita percayakan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian Tanjungpinang untuk dapat segera mengungkap apa penyebab sebenarnya. Namun demi kelancaran tugas Pemkab Lingga ke depan, perlu dicarikan segara solusi penggati kapal Pemkab Lingga yang terbakar tersebut, apakah melalui pihak ketiga atau solusi lainnya," kata Agus Norman.

Ia juga mengatakan DPRD Lingga akan memanggil Kepala Dinas Perhubungan dan pihak-pihak terkait lainnya sehubungan terbakarnya kapal operasional Pemkab Lingga.

"Kalau kita lihat secara kasat mata, kapal tersebut masih tergolong baru dan masih laik untuk digunakan. Tapi kenapa bisa sampai terbakar, apa lagi pada saat bersandar. Ini tugas polisi untuk mengungkapnya" ujar Agus.

Ketua Komisi I DPRD Lingga, Rudi Purwonugroho juga sangat menyayangkan musibah ini. "Kita perlu mempertanyakan kepada dinas terkait nantinya," kata Rudi.

Wakil Bupati Kabupaten Lingga, Drs Abu Hasim belum bisa memberikan banyak keterangan sehubungan musibah terbakarnya kapal Pemkab Lingga, termasuk solusi yang akan diambil pemkab untuk mengantisipasi alat transportasi Bupati Lingga.

"Sarana transportasi kapal tersebut memang sangat penting artinya untuk kelancaran tugas bagi Pemkab Lingga. Apa lagi Lingga memiliki wilayah banyak pulau. Secepatnya akan kita carikan solusinya," kata Abu Hasim. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA