Selasa, 21 Oktober 2014
Follow Us: Facebook twitter
Kuatnya 'Bau' Bauksit Dalam RTRW Bintan
Headline
foto:ilustrasi
Oleh: Haluan Kepri
sindikasi - Rabu, 30 November 2011 | 04:55 WIB

INILAH.COM, Bintan - Direktur Executive LSM KAMI Kepri, La Ode Kamaruddin mencium saratnya kepentingan pengusaha bauksit dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Bintan yang baru disahkan.

Pernyataan itu, disampaikan Direktur Executive Komite Amanat Masyarakat Independen (KAMI) Prov Kepri, La Ode Kamaruddin kepada Haluan Kepri, Selasa (29/11). Dugaan tersebut diperkuat dengan banyaknya tambang bauksit di Kabupaten Bintan yang melanggar RTRW.

"Jauh hari sebelumnya, izin penambangan bauksit sudah dikeluarkan, namun karena RTRW yang saat ini dibahas bersama legislatif dan eksekutif, maka akan terjadi pergeseran tata ruang yang seharusnya tidak boleh ditambang karena masuk dalam hutan lindung," kata La Ode Selasa (29/11).

Disamping hutan lindung, sebagai contoh lanjut dia, pergeseran RTRW tersebut adalah daerah pulau kecil yang seharusnya tidak boleh ditambang, karena sudah melanggar aturan RTRW.

La Ode juga mensinyalir dibalik ini, ada permainan antara Dinas terkait dengan pengusaha bauksit, sehingga aparat Pemerintah setempat benar-benar tidak serius menanggapi dan dibungkam oleh si pengusaha.

Disamping itu juga, pihak dinas terkait sudah tidak taat aturan dan mereka hanya semata-mata meentingkan urusan pribadi dari pada kepentingan masyarakat.

"Kita lihat sebagai contoh kecil mereka tidak serius menangani keluhan warga yang lahannya terkena dampak lingkungan akibat penambangan bauksit yang dilakukan semena-mena. Sehingga warga sudah kurang mempercayai kinerja dari aparat Pemerintah daerah itu sendiri," ungkapnya.

Menurut dia, sudah banyak laporan dari warga yang lahannya terkena limbah bauksit kepada pihak Dinas terkait seperti Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Bintan, Badan Lingkungan Hidup serta Pemerintah Kabupaten Bintan, namun belum juga ada penyelesaian dari pihak-pihak terkait sampai saat ini.

"Disini sudah jelas, adanya aktifitas penambangan bauksit yang diduga melanggar RTRW lingkungan hidup menjadi rusak berat, karena RTRW yang nantinya bakal disahkan disinyalir penuh dengan pesan para pengusaha tambang," katanya.

Untuk itu, La ode berharap kepada otoritas pemerintah provinsi Kepri hingga pusat, agar mengusut tuntas carut marut perambangan bauksit di Kabupaten Bintan yang diduga sudah banyak melanggar aturan yang sudah ditetapkan. [ipe]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA