Kamis, 18 September 2014
Follow Us: Facebook twitter
Jalan Rusak, Warga Minta PT Riau Barahum Distop
Headline
inilah.com/Syamsuddin Nasoetion
Oleh: Haluan Riau
sindikasi - Rabu, 23 November 2011 | 05:45 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Tembilahan - Warga di sepanjang kilometer 5 hingga kilometer 8, Indragiri Hilir mendesak pemerintah menghentikan aktivitas PT Riau Baraharum. Pasalnya, infrastruktur jalan rusak berat akibat dilewati truk pengangkut batubara milik perusahaan tersebut.

“Beberapa waktu lalu pihak perusahaan terlihat sudah memperbaiki jalan yang rusak. Tapi, hanya sebatas penimbunan saja dan kini belum juga diaspal. Sehingga saat hujan turun, jalan yang ditimbun itu kembali berlubang dan di musim kemarau debu beterbangan. Kita berharap masalah ini segera disikapi pemerintah. Bila perlu stop aktivitas perusahan itu,” kata Agus, mewakili warga empat desa, yakni Sungai Gantang, Kempas Jaya, Bayas Jaya, dan Pekan Tua, Kecamatan Kempas, Indragiri Hilir, Selasa (22/11/2011)

Dia mengungkapkan, aktivitas PT RBH lebih banyak mudaratnya daripada mamfaatnya. Jadi, tidak salah minta pemerintah supaya menghentikan aktivitas perusahaan tersebut. Walaupun sudah ada kesepakatan pihak perusahaan dengan Pemerintah Provinsi Riau. Ia juga minta Pemerintah Provinsi Riau supaya menindak PT RBH karena semua kendaraan yang mengangkut batu bara milik perusahaan tersebut melebihi tonase.

Camat Kempas, Sugiyanto menegaskan, aktivitas truk batu bara meresahkan warga yang berdomisili sepanjang jalan lintas provinsi, baik di Desa Sencalang maupun warga di sepanjang Jalan Bayas Jaya, Kempas hingga Rumbai Jaya. “Saya menilai, dua ruas jalan tersebut seolah milik perusahaan batu bara itu. Sejak beberapa bulan belakangan ini, aktivitas truk batu bara itu kembali melintas di jalan lintas Rengat menuju Rumbai Jaya via Bayas Jaya, sehingga jalan yang baru diperbaiki sudah rusak," tegasnya. Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya akan menyurati Badan Lingkungan Hidup Inhil karena PT RBH tidak menepati janjinya, seperti tidak melintasi jalan lintas dari Rengat hingga Kempas, Inhil.

Harus Bertanggung Jawab
Sebelumnya Bupati Inhil Indra M Adnan menyatakan, pihak perusahaan angkutan batu bara harus bertanggungjawab pernuh atas semua kerusakan jalan lintas samudra serta jalan lintas Rengat-Kuala Cenaku-Rumbai Jaya yang menghubungkan Kabupaten Indragiri Hilir dengan Indragiri Hulu sepanjang 40 km. Saat ini kedua ruas jalan tersebut semakin hancur akibatkan lalu lalangnya armada pengangkut batu bara yang melebihi tonase seharusnya.

Bupati menjelaskan, pada prinsipnya masyarakat Inhil memang sangat dirugikan oleh aktivitas angkutan batu bara yang dinilai sebagai perusak jalan lintas utama, sehingga diharapkan kepada pihak yang mempunyai kewenangan dalam hal ini supaya memperhatikan kondisi di lapangan. “Intinya bagi kita di sini, janji perusahaan untuk memperbaiki setiap jalan yang rusak akibat angkutannya itulah yang perlu kita awasi secara bersama," ujarnya.

Pantauan di lapangan, dua ruas jalan lintas utama menuju Inhil dari Inhu yakni, jalan lintas dari Simpang Granit, Kabupaten Inhu menuju km 5 Rumbai Jaya, Kabupaten Inhil serta jalan dari Rengat-Kuala Cenaku-Rumbai Jaya yang baru saja diperbaiki dan kembali dilewati truk-truk tersebut.

Gaji Supir Rendah
Data yang diperoleh, sedikitnya uang jalan dan gaji supir angkutan tersebut salah satu pemicu bagi mereka mengangkut tonase yang berlebihan, sehingga jalan menjadi hancur. PT Bumi Sejah Makmur (BSM) yang memiliki 33 unit truk, setiap tripnya, uang jalan diberikan kepada supir sebesar Rp675 ribu, dengan rinciaan beli minyak Rp450 ribu, sisanya gaji supir, kernet, tempel ban, uang makan di jalan dan retribusi.

PT Kurnia Subur (KS) dengan 50 unit armada memberikan uang jalan Rp550 ribu, bonus muatan di bawah 27 ton, untuk supir sebesar Rp50 ribu, sedangkan di atas 27 ton sebesar Rp100 ribu. Kemudian untuk kontraktor CV Varia Indo Faren (VIF) memiliki 50 unit truk mengeluarkan uang jalan sebesar Rp550 ribu.

Melihat jumlah truk yang beroperasi dalam mengangkut batu bara jelas, semua jalan yang dilewatinya akan hancur. Apalagi rata-rata tonase truk tersebut sekitar 35 ton. Sedangkan struktur tanah di Inhil bergambut sehingga mustahil mungkin menampung beban seberat itu. [gus]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA