Sabtu, 25 Oktober 2014
Follow Us: Facebook twitter
Pesta Miras, Satu Tewas Dua Buron
Headline
Foto: Ilustrasi
Oleh: Harian Semarang
sindikasi - Selasa, 22 November 2011 | 16:09 WIB

INILAH.COM, Demak - Miras (minuman keras) kembali meminta tumbal, gara-gara mabuk miras oplosan, seorang remaja tewas.

Anehnya ketiga teman korban yang minum bersama, dalam kondisi sehat-sehat saja, setelah tahu korban meninggal, dua teman lainnya kabur.

Nasib tragis menimpa Abdul Karim bin Suparjo (19), warga dukuh Winong RT 03/RW 05 Desa Baleromo, Dempet, tewas setelah pulang dari berpesta miras. Sekitar pukul 22.00, Minggu kemarin (20/11), korban diantar tiga kawan ke rumah dalam kondisi pingsan dengan mulut bau alkohol. Dan setelah pukul 02.00, korban menghembuskan nafas terakhirnya.

Melihat kematian korban, Suparjo (51) merasa curiga ada kejanggalan penyebab kematian anaknya. Dan dia minta tolong kepada seorang warga agar melapor polisi. Kurang dari 30 menit, polisi datang ke rumah duka, segera menyelidiki dan membawa jenazah korban ke RS Bhayangkara untuk diautopsi.

Menurut Anis (17), warga DukuhTanggungan, Desa Baleromo, dirinya ikut minum bersama korban dan dua temannya, yaitu Adib serta Suparyono, keduanya warga Desa Baleromo.

"Sebelumnya saya disuruh memboncengkan Adib, untuk membeli miras di Desa Kuwu, Dempet," aku Anis. Semua Miras, yaitu arak putih 9 botol, 0,5 literan, dan Teh New Tab satu botol, dibayar dengan uangnya Adib.

Setelah minum, sekitar pukul 15.00, Anis meninggalkan ketiga temannya yang minum, dia main sepakbola bersama temannya lain. Dia hanya tahu empat botol arak putih diminun oleh empat orang di rumah Adib, belakangan berpindah ke rumah Suparyono menghabiskan sisa miras tersebut.

Perdarahan Otak

Menurut Suparjo akhir-akhir ini, Anis lebih dekat dengan korban. Karena sampai beduk Isyak belum pulang, dia mendatangi Anis dan menanyakan keberadaan anaknya. Anis-pun menceritakan bila siang sebelumnya minum miras bersama, lalu Anis menaiki motor Jupiter Z-nya menjemput korban.

"Saat saya jemput, Abdul Karim sudah dalam kondisi mabuk berat, beberapa teman sudah memberikan air kelapa muda untuk membuang racun, namun tetap saja teler, lalu Karim saya bawa pulang," jelas Anis.

Sementara, berdasarkan hasil kesimpulan Tim Dokter Autopsi RS Bhayangkara, diduga korban meninggal akibat kepala belakang mengalami retak sepanjang 11 cm.

"Korban mengalami luka robek pada kepala bagian kiri, luka lecet di pinggang, patah tulang tengkorak dan mengalami pendarahan otak, luka tersebut akibat kekerasan benda tumpul," kata Kapolres Demak, AKBP Sigit Widodo melalui Kasubag Humas, AKP Sutomo, Senin (21/11) di Mapolres Demak.

Untuk mencari titik terang akibat kematian korban, polisi akan mengembangkan penyidikan. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA