Minggu, 26 Oktober 2014
Follow Us: Facebook twitter
Pemkot Kupang Turunkan Target PAD Secara Sepihak
Headline
Foto: Ilustrasi
Oleh: Erende Pos
sindikasi - Kamis, 10 November 2011 | 03:15 WIB

INILAH.COM, Kupang - Pemkot Kupang turunkan target Pendapatan Asli Daerah 2011, secara sepihak. Padahal besarannya sudah ada kesepakatan dengan pihak DPRD.

Demikian diungkapkan juru bicara Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya DPRD Kota Kupang, Isodorus Lilijawa, S.Fil saat menyampaikan pemandangan umum tentang penjelasan Walikota Kupang tentang rancangan Kebijakan Umum Perubahan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Kupang Tahun Anggaran 2011 serta Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD Kota Kupang Tahun Anggaran 2011, yang berlangsung di gedung DPRD Kota Kupang, Selasa (8/11) malam.

“Dalam sidang III Tahun Anggaran 2010 lalu Pemerintah Kota Kupang dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kupang telah bersepakat untuk menetapkan target Pendapatan asli Daerah Kota Kupang Tahun anggaran 2011 sebesar Rp 53 miliar. Angka ini adalah sangat realistis yang telah dijamin oleh Pemerintah dapat tercapai pada tahun anggaran 2011,”katanya.

Dia mengatakan, hadirnya berbagai regulasi soal pajak dan retribusi yang memberikan kewenangan lebih kepada daerah.

“Upaya-upaya intensifikasi dan ekstensifikasi yang dilakukan instansi pengumpul dan pengelola PAD menjadi factor pendorong begitu percaya dirinya pemerintah dan dewan menetapkan target PAD sebesar Rp 53 miliar. Tetapi kami merasa kecolongan karena komitmen awal pemerintah dan dewan tidak ditepati,”katanya.

Berdasar kesepakat bersama itu, lanjut dia, pihaknya menyayangkan sikap Pemkot Kupang yang menetapkan PAD lebih kecil dari yang ditetapkan secara bersama.

“Pemerintah justru menetapkan target PAD setelah perubahan menjadi Rp 49.802.606.151 miliar berkurang Rp3 miliar lebih atau minus 6,03 persen,”ungkapnya.

Target PAD yang telah ditetapkan dan kemudian berkurang Rp3 miliar lebih atau minus 6,03 persen dari yang ditetapkan lanjut dia menunjukan Pemkot Kupang tak mampu.

“Kondisi ini mengindikasikan ketidakseriusan pemerintah dalam mengeksekusi kesepakatan penetapan target PAD,”katanya. Bahkan kata dia, terkesan ada ketidakberesan Pemkot Kupang dalam merealisasikan PAD yang ditetapkan secara bersama.

“Berkurangnya proyeksi pendapatan dari sector PAD mengindikasikan ada yang tidak beres dengan instansi pengumpul dan pengelola PAD. Sehingga sikap Pemkot Kupang melakukan evaluasi dengan instansi pengumpul seperti Dispenda, BPPT, Bagian Ekbang, Deprindag dan yang lainnya patut dipertanyakan,” katanya.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA