Rabu, 1 Oktober 2014
Follow Us: Facebook twitter
Gepak P1 P2 Ribut Soal Nama
Headline
facebook.com
Oleh: Koran Kaltim
sindikasi - Jumat, 4 November 2011 | 05:25 WIB

INILAH.COM,Samarinda – Nama yang mirip dan lafal yang sama antara Gepak dan Geppak dipermasalahkan oleh para petinggi ormas tersebut.

Bila Gepak berkepanjangan Gerakan Pemuda Asli Kalimantan, maka Geppak lengkapnya adalah Gerakan Putra-Putri Asli Kalimantan. Gepak sudah lahir sejak 10 tahun lalu, sementara Geppak baru beberapa tahun belakangan.

Geppak juga biasa disebut ‘Gepak P2’ untuk membedakan Gepak Kaltim dengan 1 P yang dipimpin Abraham Ingan. Sedangkan Geppak Kaltim dipimpin Sofyan Alex.

Abraham Ingan kemarin malam mengungkapkan ketidaksukaannya dengan Geppak yang dianggap meniru dan mencaplok nama Gepak. Padahal secara filosofis, historis, hukum maupun AD/ART keduanya sangat berbeda. Karena itu ia meminta Geppak ganti nama.

“Saya tegaskan, Geppak itu palsu. Yang asli adalah Gepak. Kami sudah 10 tahun, sedangkan Geppak baru. Kami khawatir nama kami disalahgunakan oknum-oknum tertentu,” ujar Abraham.

Pada Selasa malam lalu juga sempat terjadi insiden di Lamin Etam di Samarinda. Ketika itu pengurus Geppak Kaltim sedang dilantik, turut hadir di sana Gubernur Awang Faroek.

Di sebuah sudut terdapat spanduk ucapan selamat bergambar Abraham Ingan sedang berjabat tangan dengan Ketua Umum Geppak Regional Kalimantan, Suwandi.

Anggota Gepak yang melihat spanduk itu langsung menghubungi Abraham. “Teman-teman memang sempat konfirmasi dengan saya. Kebetulan saat itu saya sedang berada di Jakarta, saya katakan saya tak pernah menyampaikan ucapan selamat. Lalu mereka menurunkan spanduk itu,” jelasnya.

Sempat terjadi keributan antara anggota Gepak dan Geppak saat penurunan spanduk. Suwandi membenarkan keributan tersebut. Namun ia menyebut itu hanya miskomunikasi saja.

“Mereka mengira foto yang dipasang di spanduk direkayasa. Padahal saya dan Abraham pernah berfoto bersama saat sama-sama jadi pengurus Gepak Kaltim,” jelasnya.

Jadi, sambung Suwandi, karena Gepak itu khusus pekumpulan kelompok pemuda, sementara mereka yang sudah berusia lanjut bergabung di Geppak.

“Semangatnya sama dengan Gepak. Sebab keberadaan Geppak untuk menampung kelompok tua. Sehingga tak ada hal yang perlu diperdebatkan disini,” katanya. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA