Jumat, 19 September 2014
Follow Us: Facebook twitter
Pemko Rencanakan Rekrut Tenaga Lepas
Headline
Walikota Padang Fauzi Bahar - IST
Oleh: Haluan Padang
sindikasi - Selasa, 1 November 2011 | 07:19 WIB

INILAH.COM, Padang — Sama seperti perusahaan swasta dan BUMN, Pemko Padang juga berencana merekrut tenaga lepas (outsourcing)

“Perekrutan karyawan tenaga lepas ini merupakan bentuk dari keputusan moratorium pegawai dari pemerintah pusat. Banyak Pemda yang mewacanakan perekrutan pegawai outsoruching ini,” kata Walikota Padang Fauzi Bahar saat coffee morning di DPRD Padang, Senin (31/10).

Perekrutan tenaga outsourcing diwacanakan menjadi solusi kebutuhan tenaga teknis untuk operasional kerja ling kungan Pemko. Keberadaan tenaga lepas diperkirakan, meringankan beban belanja pegawai.

Pasalnya, belanja untuk gaji PNS di Kota Padang sudah mencapai 75 persen persen dari APBD 2011 yang men capai Rp1,2 triliun, sehingga tidak memungkinkan ini menerima PNS tahun ini.

Dengan sistem alih daya, maka pegawai yang diterima hanya bersifat kontrak. Jika memang diperlukan, maka kontrak dapat diperbaharui setiap satu tahun. Tenaga yang bisa diterima untuk sistem tersebut, cukup banyak.

“Untuk menyelamatkan APBD, tentu cara perekrutan tenaga kerja secara alih daya cukup efisien menekan anggaran. Jika, direkrut dari jalur PNS, maka biayanya akan tinggi. Sedangkan kinerjanya tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Alasan lainnya, selain lebih efisien, penggunaan tenaga alih daya juga tidak bakal menuntut untuk diangkat menjadi CPNS,” katanya.

Oleh sebab itulah, strategi ini diperlukan guna menyeimbangkan penggunaan dana APBD, antara belanja rutin pegawai dengan belanja publik untuk pembangunan daerah. Jangan sampai belanja rutin pegawai lebih besar daripada pembangunan yang akhirnya pembangunan daerah tidak diperhatikan.

Terlebih dengan kinerja PNS yang belakangan sering disorot, karena dinilai tidak disiplin dan malas, maka sistem ini dapat memangkas pegawai malas karena pegawai outsourcing hanya dikontrak selama satu tahun. Jika mereka malas, tentu terancam tidak diperpanjang kontraknya di tahun depan.

Jika sistem alih daya ini diterapkan, maka pegawai malas dan tidak disiplin pun bisa diminimalisir. Hanya saja, tentu dibutuhkan kemauan serius untuk melaksanakan perekrutan alih daya ini sebaik mungkin. Sistem perekrutan tenaga kerja alih daya, memang akan berdampak positif bagi pemerintah, tapi lain halnya dengan tenaga kerja itu sendiri.

“Pada prinsipnya, wacana tersebut merupakan jurus jitu untuk mengefisienkan dana APBD. Sebab, cara ini cukup efektif dalam penghematan keuangan daerah. Memang kalau ada pekerjaan perkan toran yang bisa dilakukan dengan menggunakan jasa pihak ketiga, kenapa tidak dilakukan, sehingga tak perlu merekrut pegawai negeri.

Persoalan pemerintah sebenarnya, bukan hanya jumlah PNS yang membengkak. Tapi juga simpang siurnya data base kepegawaian. Untuk itu, perlu perbaikan atau penyempurnaan data base kepegawaian, baik yang sudah menjadi PNS maupun yang masih berstatus honorer guna lebih memu dahkan penataan kembali terhadap pegawai.

Penataan dimaksud, baik secara kuanti tatif (jumlah) maupun kualitatif (kualitas terkait kecakapan dan keahlian), sehingga tak kesan seenaknya rekrutmen calon pegawai negeri sipil.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Padang Zulherman mengatakan, dengan adanya moratorium PNS diha rapkan kinerja PNS semakin maksimal bukannya semakin malas. Karena, selama ini PNS dinilai kinerjanya sangat kurang.

”Saya mengharapkan moratorium PNS ini, dapat bermanfaat dan berguna. Sehingga, SDM yang dimiliki Kota Padang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA