Kamis, 24 April 2014
Follow Us: Facebook twitter
Menelisik 'Kebocoran' Proyek Kapal
Headline
wordprees
Oleh: Kupas Tuntas
sindikasi - Jumat, 21 Oktober 2011 | 07:22 WIB

INILAH.COM,Bandarlampung -Proyek pengadaan Kapal ikan dengan bobot 30 Groos Ton (30 GT) senilai Rp7, 626 miliar di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung terindikasi menyimpang.

Penggunaan anggaran proyek ini sebelum APBD perubahan Provinsi Lampung disahkan, serta terindikasi kapal sudah dibuat sebelum tender dilaksanakan.Menelisik Kebocoran Proyek Kapal?

Tender proyek ini Agustus lalu diikuti oleh empat perusahaan penyedia barang dan jasa yakni PT Fibrite Fierglass, PT Marathon Pacipic Marines ,PT Pasibu Jaya serta CV Aru Marine Fish yang kemudian menjadi pememang.

Dalam perealisasianya, diduga kuat kapal ikan itu tidak dibuat melainkan dibeli.Sebab, jika dibuat maka hitungan waktunya tidak akan mencukupi dengan tahun anggaran 2011.Parahnya, kapal itu disinyalir sudah ada di Kali Cisadena Tanggerang sebelum tender dilakukan.

"Proyek ini sarat masalah ini.Ini sangat berpotensi emrugikan keuangan negara," tegas Koordinator Aliansi Komunitas Aksi Rakyat, Indra Mustain, saat menggelar aksi damai bersama puluhan massa di depan DKP Lampung, Kamis (20/10).

Menurutnya, persoalan pertama adalah, proyek ini dijalankan sebelum dana pendamping senilai Rp800 juta disahkan oleh DPRD Lampung.

"Artinya, ini penggunaan anggaran sebelum APBD di sahkan.Ini telah melanggar ketentuan, penggunaan anggaran sebelum disahkan jika dalam kondisi darurat seperti bencana alam. Ini menyalahi lampiran I Peraturan Presiden Republik Indonesia No 54 Tahun 2010 tentang Perencanaan umum pegadaan barang dan jasa," tandasnya.

Masalah yang lebih parah, lanjutnya, pengumuman kegiatan pengawasan pembuatan kapal penangkapan ikan 30 GT di DKP ini senilai Rp160 juta telah dilaksnakan 28 Maret sampai dengan 1 April lalu, hal ini menunjukan bahwa pengadaan kapal ini substansinya adalah pembuatan dan bukan membeli atau terima jadi.

Jika mengacu pada teknis konstruksi pengadaan dan pembuatan kapal, menurut Indra, maka sangat mustahil pengadaan 5 kapal dengan bobot 30 GT hanya dalam waktu empat atau tiga bulan.

"Sudang paling cepat enam bulan, jadi tidak masuk akal jika hanya empat atau tiga bulan.Jadi jika dilihat sisa waktu tahun anggaran ini, tidak cukup waktunya," cetusnya.

Ketidak beresan ini, terangnya, diperkuat oleh dugaan lima kapal ikan sudah ada di Kali Cisadena Tangerang jauh sebelum ada pihak penyedia barang dan jasa, bahkan sebelum peroses tender digelar.

"Ini sangat luar biasa, persoalannya sangat kompleks.Seharusnya Gubernur lampung mengevaluasi proyek ini," pungkasnya.

Sementara, Seketaris DKP Lampung, Affan Eri, beberapa kali dikonfirmasi tidak menjawab.Begitu juga saat dikonfirmasi melalui pesan singkat ke ponselnya juga tidak dijawab. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.