Kamis, 2 Oktober 2014
Follow Us: Facebook twitter
Berhala Masuk Jambi!
Headline
Ilustrasi - Ist
Oleh: Haluan Riau
sindikasi - Selasa, 18 Oktober 2011 | 09:15 WIB

INILAH.COM, Tanjung Pinang - Protes dan tidak terima dengan keputusan Menteri Dalam Negeri yang memasukkan Pulau Berhala ke Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, dilakukan sejumlah LSM, OKP dan mahasiswa dengan menggelar aksi demo di Kantor Gubernur Provinsi Kepri, Senin (17/10).

Para demonstran menuntut Gubernur HM Sani bertanggung jawab dan memberikan penjelasan pada masyarakat atas lepasnya Pulau Berhala dari Provinsi Kepri. Sejumlah Ormas dan OKP, yang berunjuk rasa yakni Dewan Pemuda Melayu Indonesia (DPMI) Provinsi Kepri bersama sejumlah mahasiswa, Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri (GM-FKPPI), dan sejumlah organisasi kemahasiswaan di Kota Tanjungpinang.

Dalam orasinya, Ketua Forum Silaturahmi Mahasiswa Lingga (FSML) Siswandi mengatakan, pihaknya tidak percaya lagi dengan pemerintahan HM Sani-Soerya Respationo yang dinilai tidak serius berjuang dan melobi atas fakta dan data yang dimiliki Provinsi Kepri terhadap Pulau Berhala, hingga akhirnya lepas.

"Gubernur Provinsi Kepri, digelari Datuk Setia Amanah, tetapi kenyataanya tidak amanah dalam mempersatukan dan memperjuangan wilayah yang ada di Provinsi Kepri, hingga Berhala bisa lepas. Atas hal ini, kami tidak percaya lagi dengan pemerintahan Provinsi Kepri," ujar Siswandi.

Siswandi juga mempertanyakan peran sejumlah tokoh sentral pembentukan Provinsi Kepri, yang hingga saat ini terkesan diam atas lepasnya Berhala dari Kepri.

"Kami juga mempertanyakan, peranan tokoh sentral pembentukan Provinsi Kepri ini, yang selama ini berperan tetapi saat ini diam. Di mana Huzrin Hood saat ini," ujarnya.

Sebaliknya, pemuda Lingga ini menduga ada deal yang disepakati sejumlah tokoh sentral Provinsi Kepri dalam pembentukan Provinsi Kepri dulunya dengan Provinsi Jambi.

GM-FKPPI Bakar Ban

Sementara itu, Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri (GM-FKPPI) juga menggelar aksi di Kantor Gubernur. Mereka menuntut Pemprov Kepri merebut kembali Pulau Berhala dari Provinsi Jambi.

Namun karena demonstran tidak diperbolehkan masuk dan bertemu dengan HM Sani, membuat massa GM-FKPPI kecewa dan marah yang berujung pada aksi dorong-dorongan dan nyaris bentrok dengan sejumlah Polisi dan Satpol-PP.

"Kami meminta, agar Gubernur Kepri turun ke sini dan menjelaskan mengapa Pulau Berhala tidak dapat dipertahankan," ujar salah seorang pendemo.

Mengetahui Gubernur dan Kepala Kesbang-Polinmas berada di Jakarta, semakin membuat Massa berang, dan mengatakan, agar Gubernur Kepri turun dari jabatannya, karena tidak dapat menampung aspirasi masyarakat.

"Kalau hari ini, kami tidak dapat diterima, karena Gubernur di Jakarta, besok kami akan kembali turun, sekaligus meminta agar Gubernur dan Wakil Gubernur diturunkan, karena tidak dapat menampung aspirasi masyarakat," ujar demonstran.

Kecewa, tuntutan dan orasinya tidak ditanggapi, massa GM-FKPPI akhirnya, mundur dan berkumpul di persimpangan jalan Basuki Rahmat, tepat di depan jalan masuk menuju kantor Gubernur Kepri.

Di tempat itu, massa GM-FKPPI yang diketuai Irwan P yang merupakan salah seorang PNS di Provinsi Kepri, bersama sejumlah kelompok mahasiswa kembali melakukan aksi dan orasi sambil membakar sebuah ban.

Dalam kesempatan itu, massa FKPPI ini juga menggelar teatrikal, yang menggambarkan Pulau Berhala ditarik oleh Gubernur Jambi sebagai wilayahnya. [mpr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA