Jumat, 18 April 2014
Follow Us: Facebook twitter
Maktab JCH Kloter 6 2 Km dari Masjidil Haram
Headline
inilah.com/Dok
Oleh: Haluan Riau
sindikasi - Senin, 17 Oktober 2011 | 04:50 WIB

INILAH.COM, Mekkah- Gelombang pertama Jamaah Calon Haji Riau yang berangkat melalui embarkasi Batam selamat sampai di Kota Mekkah, Minggu (16/10) sekitar pukul 16.25 Waktu Arab Saudi atau pukul 20.25 WIB. JCH ini tergabung dalam kelompok terbang 6 Batam.
Ketua Kloter 6 embarkasi Batam, Anasri Nurdin dari Mekkah malam tadi megatakan, mereka meninggalkan Kota Madinah sekitar pukul 07.30 WAS dengan menggunakan 10 bus. Jarak antara Madinah dan Mekkah sekitar 500 kilometer, dan terjadi keterlambatan kedatangan jamaah di Mekkah.
"Sebenarnya terlambat itu wajar, karena jalan menuju Kota Mekkah mulai ramai dilewati para calon haji dari berbagai penjuru dunia. Tapi Alhamdulillah semua jamaah kita dalam kondisi sehat," katanya.
Salah satu jamaah asal Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi yang tergabung dalam Kloter 6B ini, Ardilis yang berangkat dengan istrinya Maryati saat menghubungi Haluan Riau melalui SMS tadi malam mengatakan, mereka ditempatkan di Maktab Perumahan nomor 914, wilayah Bakhoutma. Jarak dari maktab ke Masjidil Haram sekitar 2 km yang kalau ditempuh dengan berjalan kakhi membutuhkan wkatu sekitar 30 menit.
"Kalau naik taksi ongkosnya 2 riyal Saudi atau sekitar Rp6.000," katanya.
Sementara itu, Anasri menambahkan, setelah kloter 6, hari ini, Senin (17/10) menyusul JCH kloter 7 berangkat menuju Mekkah. Selanjutnya berturut-turut kloter 8, 9, 10 dan 11.
Masih menurut Anasri, cuaca ekstrim masih terus terjadi di Arab Saudi. Pada siang hari suhu mencapai 44 derajat celcius. Kondisi udara yang panas membuat banyak jamaah menderita batuk, namun hal tersebut tidak mengganggu pelaksanaan ibadah.
"Kalau dilihat dari kondisi jamaah, mereka tampak keletihan, tapi tetap sehat dan semangat luar biasa untuk melanjutkan pelaksanaan ibadah haji," terangnya.
Ada Kemajuan
Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RII menilai, manajemen pengelolaan haji tahun 2011 banyak mengalami kemajuan berarti dibanding tahun-tahun sebelumnya, meskipun masih ditemukan sejumlah kekurangan yang perlu diperbaiki.
"Secara umum manajemen pengelolaan haji baik yang dilakukan di Arab Saudi sudah mengalami banyak kemajuan dan petugas Indonesia sudah melayani dengan baik," kata anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ahmad Jazuli di Mekkah, Minggu, kemarin.
Hal tersebut disampaikan kepada wartawan usai melakukan pertemuan antara sejumlah anggota DPD dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (BPHI) untuk meninjau pelaksanaan haji Indonesia di Arab Saudi.
Dikatakan, pihaknya sangat menghargai upaya yang dilakukan Kementerian Agama serta petugas haji di Arab Saudi yang sudah optimal melayani para jamaah.
Dari hasil pemantauan sejak saat kedatangan jamaah, umumnya mereka masih memerlukan setidaknya dua jam untuk proses penyelesaian imigrasi di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
Selain itu, sarana transportasi berupa bus yang membawa jamaah dari Jeddah menuju Mekkah juga sudah sesuai dengan ketentuan yang ada.
Demikian pula mengenai pemondokan, katanya, hotel yang dipakai para jamaah sudah memenuhi standar, bahkan beberapa hotel yang dipakai jamaah sangat bagus. Khusus untuk pemondokan atau hotel, pihaknya, masih menemukan ada kamar yang seharusnya ditempati lima orang, tapi ditempati oleh 10 jamaah.
"Kami masih menemukan adanya kamar yang diisi melebihi kapasitas, tapi ternyata itu bukan keputusan panitia tapi dilakukan pemilik pondokan," ujarnya.
Dikatakan pula, adanya jamaah yang berjubel dalam satu kamar ternyata memang keinginan jamaah, karena pemondokan yang ditempati dekat dengan Masjid Nabawi.
"Daripada menggunakan pemondokan yang kamarnya lapang tapi jauh dari Masjid Nabawi, lebih baik mereka memilih pondokan yang berjubel tapi dekat Nabawi," ucapnya, menambahkan.
Mengenai katering yang dikonsumsi jamaah, dia mengatakan, secara umum juga alami banyak kemajuan dibanding tahun sebelumnya, dengan nyaris tidak lagi dtemukan adanya makanan yang basi.
"Memang kita masih menemukan sekali ada makanan basi dan pihak panitia sudah minta agar segera diganti dengan yang baru," kata Jazuli.
Undangan Raja
Dalam pada itu, sebanyak 1.400 muslim seluruh dunia beruntung akan menunaikan ibadah haji tahun ini secara spesial. Mereka khusus menjadi tamu undangan dari Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Abdullah. Demikian informasi Menteri Urusan Islam Saleh Al-Asheikh seperti dilansir Arab News, Minggu (16/10).
Al-Asheikh mengumumkan tahun ini Raja Abdullah akan menjamu jamaah dari Indonesia, India, Bangladesh, Pakistan, Turki, Thailand, Filipina, Kamboja, Kazakhstan, Sri Lanka, Tajikistan, Nepal, Afghanistan, Vietnam, Malaysia, Rusia, Hong Kong, Mongolia, Singapura and Myanmar.
Sejauh ini, 18 ribu umat Islam dari seluruh dunia telah menunaikan ibadah haji sebagai tamu Kerajaan. Program ini dikelola oleh Departemen Urusan Islam dan Wakaf.
"Tahun ini, Muslim dari negara-negara yang tidak tercakup oleh program di tahun-tahun sebelumnya sedang diundang. Rencana kami adalah memasukkan sebanyak mungkin bangsa-bangsa," kata Al-Asheikh.
Para jamaah undangan Raja Abdullah ini akan bergabung dengan puluhan ribu jamaah lainnya dalam prosesi ibadah haji tahun ini. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.