Kamis, 2 Oktober 2014
Follow Us: Facebook twitter
Rampok Toko Emas Kranggan Diringkus
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Harian Semarang
sindikasi - Rabu, 12 Oktober 2011 | 01:30 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, SEMARANG- ANDA masih ingat perampokan toko emas di Kranggan, Semarang, yang menewaskan tiga korban pada 2008 dengan kerugian materi 100 kg emas? Para garong tersebut kini sudah diringkus, dan kemarin diumumkan ke khalayak, oleh tim Direkrorat Reserse Krimimal Umum Polda Jateng.
Mereka adalah penjahat kakap paling diburu. Puluhan kali orang-orang ini beraksi di lintasprovinsi. Demi mengubur jejak, saat beraksi, komplotan “raja tega” ini tak segan membunuh dengan bengis. Senjata mereka adalah parang dan senjata api. Jaringannya bahkan tersebar di sejumlah provinsi dan bekerja memanfaatkan tekhnologi. Disinyalir kawanan perampok spesialis bank dan toko emas ini juga mempunyai jaringan internasional.
“Para pelaku yang tertangkap ini adalah DPO (daftar pencarian orang). Mereka adalah para pelaku perampokan yang paling dicari di Indonesia. Sementara dua temannya telah tertangkap September lalu, ” kata Kapolda Jateng Inspektur Jendral Polisi Didiek Sutomo Triwidodo, Selasa (11/10).
Dibeberkan Kapolda, mereka adalah sindikat yang mempunyai jaringan profesional. Selain di Jateng, mereka beraksi di Jabar, Jakarta, Jogja, dan Bali. “Mereka telah merampok di sejumlah lokasi sejak 2003. Paling banyak pada 2004 dan 2008, ada sekitar tujuh lokasi. Antara lain di Semarang, Jepara, dan Solo,” kata Didiek.
Pada 2005, para begundal itu beraksi di Jogja dan Demak. Di Surakarta, mereka menyatroni Toko Emas Aladin dan Toko Emas Al Kausar Laweyan , Kamis (1/5/2008). Para pelaku beraksi dengan menggunakan senjata api. Setelah penjaga ketakutan, bajingan ini langsung menggasak emas di etalase. “Tersangka juga melepaskan tembakan dengan menggunakan senjata api karena korban berusaha melawan,” katanya.
Sementara di Toko Emas Bintang Jalan KH Wahid Hasyim, Kranggan, Semarang, komplotan ini menyamar menjadi polisi lalu lintas. "Mereka mengadang mobil milik korban yang di dalamnya terdapat empat penumpang. Pencegatan terjadi setelah pelaku menyalip, memepet dan melambaikan tangan kemudian mengadang korban.
"Lalu menggunakan mobil korban, rombongan dibawa ke sebuah makam.Dari makam itu, salah satu korban dibawa menuju toko emas milik korban. Sementara empat pembantu korban diborgol, diikat mulutnya dengan lakban, mata ditutup, dan menembak anjing penjaga,” lanjutnya.
Bahkan setelah berhasil menggasak emas hasil rampokan, tiga sandera perempuan dimasukkan ke mobil Avanza milik pelaku dan dibawa ke daerah Unnes Sekaran. Dengan sadis, ketiganya ditembak. Akibat peristiwa itu, tiga orang tewas, dan satu luka berat. “Kelompok ini sangat nekat dan tak segan menghabisi nyawa dengan cara sadis,” kata Kapolda.
Tiga Polisi Ditembak
Tak hanya itu, kawanan perampok ini menembak mati tiga anggota polisi yang sedang berjaga di bank. Di antaranya adalah perampokkan di BCA LIK Kaligawe yang menewaskan Briptu Guritno pada 2004, perampokkan di Swalayan Goro Surakarta, dan Toko Emas Leo di Pasar Welahan Jepara.
Kawanan perampok itu masing-masing Adi Pradana alias Adi dan Badul Adip alias Dipo. Adi ditangkap pada 20 September dan Dipo dibekuk di Subang, Jawa Barat, pada 18 September.Hingga saat ini Polda masih memburu lima buron lagi, yakniMulyanto alias Mulyono alias Pipik, Thomas Joko Prayitno, Edward, dan Deni.
Terungkapnya sindikat ini atas penyelidikan dan pengembangan keterangan dua tersangka, Adi Pradana dan Dipo tersebut. “Pimpinan dari kelompok ini adalah Liem Williem Singgih alias Liem Wei Sing yang tewas dalam penggerebekan di Surabaya. Kepemimpinan kemudian beralih ke anaknya, Rony Wijaya dan Adi Pradana,” terang Kapolda didampingi Kabid Humas Komisaris Besar Polisi Djihartono.
Sementara barang bukti berupa satu pucuk senjata api jenis revolver, 22 butir peluru dan satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter, diamankan.
Lokasi Perampokan
1.Toko Emas Kantil Semarang (1991)
2.PT Mega Rubber Semarang (2001)
3.Swalayan Goro Surakarta (2003)
4.BCA Lik Kaligawe Semarang (2004)
5.Toko Emas Alian Denpasar Bali (2004)
6.Money Changer Bali (2004)
7.Toko Emas Srimpi Semarang (2004)
8.Toko Emas Tanjung Semarang (2004)
9.Toko Emas Kambing Demak (2005)
10.Toko Emas Cahaya Jogjakarta (2005)
11.Toko Emas Mlonggor Jepara (2006)
12.Toko Emas Leo Pasar Welahan Jepara (2006)
13.Toko Emas Aladin dan Kautsar Jongke Solo (2008)
14.Toko Emas Bintang Semarang (2008)
15.Pabrik Garmen Jalan Dr Wahidin Semarang
16.Toko Emas Wonogiri
17.PDAM Surakarta (ndr)
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA