Jumat, 19 September 2014
Follow Us: Facebook twitter
Kapolri Singgung Hotel Mulia Joko Tjandra
Headline
Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Fajar Bali
sindikasi - Selasa, 11 Oktober 2011 | 00:57 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, NUSA DUA-Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait pembangunan Hotel Mulia yang dikabarkan dibangun oleh buronan kasus BLBI, Joko Soegiarto Tjandra.

Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman bidang keamanan dengan Laos sempat menyinggung soal dugaan buron BLBI membangun hotel di Bali.

“Kita masih mengumpulkan informasi terkait hal itu (pembangunan hotel Mulia, Red). Masih diselidiki,” tegasnya, disela sela pertemuan menteri-menteri keamanan se-Asia Tenggara bertajuk ASEAN Ministerial Meeting on Transnasional Crime (AMMTC) ke 8, di Nusa Dua, pada Senin (10/10).

Hanya saja, Kapolri enggan mempertegas seperti apa penyelidikan yang dilakukan jajarannya. Termasuk apakah timnya sudah bekerja guna melakukan pengusutan terhadap pembangunan Hotel Mulia tersebut.

“Kita menunggu hasil penyelidikan, masih dalam proses ungkapnya sembari ngacir.

Sebelumnya, Polda Bali tidak mengakui kedatangan tim mabes Polri untuk mengusut pembangunan Hotel Mulia yang disebut-sebut dibangun buron kasus BLBI Joko Soegiarto Tjandra. Padahal, Mabes Polri dan Kejagung beberapa waktu lalu mengklaim telah menerjunkan timnya untuk mengumpulkan data-data guna memastikan Joko Soegiarto Tjandra alias Joker sebagai pemilik Hotel Mulia dipinggiran pantai dikawasan Sawangan, Jimbaran.

Pada bagian lain diberitakan, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kementerian Keamanan Umum Laos secara resmi menandatangi nota kesapahaman bidang keamanan dalam pertemuan menteri-menteri keamanan se-Asia Tenggara bertajuk ASEAN Ministerial Meeting on Transnasional Crime (AMMTC) ke 8, di Nusa Dua, pada Senin (10/10).

Idealnya, penandatanganan nota kesapahaman itu dilakukan langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo dengan Menteri Keamanan Umum Laos Thongbanh Sengaphone siang kemarin (10/10).

Menurut Kapolri, MoU itu merupakan pembahasan soal kejahatan lintas Negara agar penanganannya lebih cepat dan tuntas. Dengan adanya kerjasama yang meliputi penanganan beberapa kejahatan yang isunya mengglobal yakni terorisme dan narkoba.

Persoalan terorisme, Kapolri memastikan bahwa Mabes Polri selalu berusaha untuk mengembangkan data base yang ada. Nantinya, dalam pengembangan selanjutnya, Polri bisa saling tukar menukar informasi dengan Negara lain.

Keterangan terpisah, Koordinator Humas AMMTC kedelapan Kombes Zulkarnain mengatakan, kerjasama yang dijalin tak hanya narkoba dan terorisme. Tapi segala bentuk kejahatan yang terjadi di lintas negara seperti penyelundupan senjata, perdagangan manusia, kejahatan dunia maya, serta pencucian uang.

“Peningkatan sumber daya manusia di bidang keamanan sangatlah penting,” tukasnya.

Menurutnya, kegiatan AMMTC sebelumnya juga diisi dengan pertemuan para pejabat senior dengan negara-negara peninjau seperti Jepang, Cina, serta Korea Selatan. Yang sedianya membahas kerjasama dalam pencegahan terorisme dan kesepakatan untuk melawan penyelundupan manusia di Asia Tenggara. (ndr)

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA