Sabtu, 22 November 2014
Follow Us: Facebook twitter
Korupsi Pengadaan Genset
Komisioner Tim Sukses Cabup Abdya Ditahan
Headline
Foto: Ilustrasi
Oleh: Harian Aceh
sindikasi - Selasa, 4 Oktober 2011 | 02:40 WIB

INILAH.COM, Blangpidie - Direktur CV Karya Bintang Tujuh (KBT) Venny Kurnia ditahan Kejari Blangpidie, Senin (3/10). Kontraktor yang juga Komisioner Timses pemenangan kandidat bupati Akmal Ibrahim-Lukman pada Pemilukada 2011 ditahan terkait kasus korupsi pengadaan mesin genset RSUD Abdya.

Sebelumnya pada Kamis (29/9) lalu, Venny gagal ditahan bersama dengan dua tersangka lainnya yakni Drs Herwansuri, mantan Directur RSUD Abdya selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan Nuzulan, mantan Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPTK) dalam proyek dimaksud. Saat itu Venny mangkir dari panggilan dengan alasan sedang berada di luar daerah.

Kajari Blangpidie Umar Zakar SH MH melalui Kasi Pidsus Adenan Sitepu SH menjelaskan, dalam kasus itu Venny bertindak sebagai rekanan pengadaan genset RSUD Abdya.

“Modus yang dijalankan sangatlah menarik yakni tanpa prosedur dengan sistem total los, di mana barang dibuat seolah-olah ada, padahal tidak ada,” jelasnya.

Dikatakan Adenan, dengan penahanan Venny Kurnia maka semua tersangka dalam kasus tersebut ini sudah ditahan dan dalam waktu dekat diupayakan berkas mereka dilimpahkan ke pengadilan.

“Venny dijerat dengan pasal berlapis tentang pemberantasan korupsi dengan ancaman minimal 4 tahun penjara,” sebutnya.

Pantauan Harian Aceh di kantor Kejari Blangpidie, Senin (3/10), Venny Kurnia memasuki areal kejaksaan sejak pukul 09.30 WIB dengan dikawal oleh sejumlah orang. Direktur CV Karya Bintang Tujuh yang juga anggota inti team sukses Bupati Akmal Ibrahim tersebut langsung memasuki ruang pemeriksaan tanpa didampingi pengacara.

Venny didampingi teman-temannya datang ke kantor Kejari Blangpidie dengan memakai mobil Mitsubishi bouble cabin BL 8327 AT yang sudah diubah bentuk dengan balutan stiker berlogo ‘Lanjutkan’.

Di sana juga terlihat Sekwan DPRK Abdya H Husaini Aji yang tak lain adalah orang tua Venny Kurnia yang mengaku ingin menjenguk langsung sekretaris panitia deklarasi pencalonan Akmal Ibrahim tersebut di ruang pemeriksaan di kantor Kejari Blangpidie.

Venny Kurnia menuebutkan, dirinya tidak memakai jasa pengacara dengan alasan belum mendapatkan restu dari pihak keluarga dan memilih menjalani proses tersebut secara langsung.

“Saya mengikuti arahan dari keluarga, sampai saat ini belum ada wacana untuk itu (memakai pengacara). Sebagai warga saya ingin menjalani proses hukum ini dengan baik, siapa sih yang ingin bernasib seperti ini, namun demikian saya mencoba untuk menjalaninya,” ujar Venny Kurnia sesaat sebelum digiring ke mobil tahanan.

Setelah menjalani pemeriksaan selama 5 jam, dia langsung dikirim ke Rutan Tapaktuan, Aceh Selatan, dengan dikawal ketat polisi. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA