Jumat, 21 November 2014
Follow Us: Facebook twitter
Kupang Produksi 715 Meter Kubik Sampah Per Hari
Headline
inilah.com/syamsudin
Oleh: Erende Pos
sindikasi - Sabtu, 1 Oktober 2011 | 04:15 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Kupang – Suasana Kota Kupang yang terus berkembang dari hari ke hari ternyata memiliki dampak ikutan yakni meningkatnya sampah yang dihasilkan warga Kota Kupang. Terbukti, sampah yang dihasilkan di Kota Kupang saat ini setiap harinya mencapai 715 meter kubik.

Demikian disampaikan kepala Dinas Kebersihan Dan Pertamanan Kota Kupang, Adrianus Lusi saat ditemui wartawan diruang kerjanya, Jumat (30/9) kemarin.

Dijelaskan, dari 715 meter kubik sampah yang dihasilkan itu, yang bisa diangkut pihaknya hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hanya sekitar 276 meter kubik dan sekitar 38 meter kubik dari jumlah tersebut telah dikelolah oleh masyarakat menjadi kompos maupun didaur ulang oleh kelompok masyarakat tertentu.

“Sekitar 460 meter kubik sampah yang belum dikelolah, baik untuk diangkut hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah maupun dikelolah. Ini menjadi beban kami kedepan untuk meminimalisir sampah yang ada di Kota Kupang,“ katanya.

Dikatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir jumlah sampah yang ada di Kota Kupang dengan mengoptimalkan aramada yang tersedia.

“Kami telah berusaha menangani permasalahan persampahan di Kota Kupang, mulai dari penumpukan sampah, pemilahan sampah hingga pada pengangkutan sampah menuju tempat pembuangan akhir di TPA, tetapi tidak sepenuhnya kami lakukan karena terkendala dengan tingkat kesadaran masyarakat yang masih minim untuk membuang sampah pada tempatnya,” kata Lusi.

Dengan jumlah armada yang tergolong minim, kata Lusi, pihaknya masih harus diperhadapkan dengan tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah.

“Mentalitas masyarakat dalam mengatasi permasalahan persampahan masih sangat rendah. Sebenarnya dalam mengatasi masalah persampahan di Kota Kupang tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah tetapi sangat dibutuhkan adanya partisipasi dari seluruh masyarakat untuk meminimalisir sampah,” katanya.

Kekurang sadar masyarakat tersebut, sebut dia, terlihat dengan masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah ke daerah aliran sungai atau tanah-tanah kosong dan pesisir pantai.

Lusi mengaku kendala utama dalam upaya mengambil tindakan tegas terhadap masyarakat yang membuang sampah sembarang adalah belum adanya peraturan daerah yang mengatur tentang hal itu.

“Saat ini belum ada regulasi yag memadai yang berkaitan dengan penertiban sampah, sehingga tahun ini kami akan mengajukan rancangan peraturan daerah tentang penambahan dan pengurangan sampah untuk menjadi payung hukum dalam melakukan penertiban terhadap warga yang membuang sampah secara sembarangan,” katanya.

Ditanya tentang tempat yang berkontribusi menyumbangkan sampah paling besar di Kota Kupang, Lusi menyebutkan, sumber sampah yang paling banyak berasal dari kompleks pertokoan, tempat-tempat umum dan Flobamora Mall. Karena itu, kedepan pihaknya berencana akan membuat nota kesepahaman dengan pemilik toko dan pengelola Mall berkaitan dengan penanganan sampah di Kota Kupang. [lal]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA