Rabu, 23 Juli 2014
Follow Us: Facebook twitter
Pengunggah Video Mesum Diduga Orang Kendal
Headline
Ilustrasi
Oleh: Harian Semarang
sindikasi - Selasa, 27 September 2011 | 05:35 WIB

INILAH.COM,Semarang-Pengunggah video mesum yang diduga dilakoni sepasang siswa-siswi SMP di BSB Semarang ke situs Youtube, diduga orang Kendal.

Dari pelacakan LSM Komite Pendidian Anti-Korupsi dibantu ahli Teknologi Infomrasi (TI) dari Universtitas Dian Nuswantoro (Udinus), pengunggah video beralamat email madesubagus@gmail.com adalah diduga seorang alumni sebuah SMA swasta di Kecamatan Weleri dan bekerja di Rumah Sakit Soewondo Kendal. Profil teman-temannya juga bekerja di RS Soewondo Kendal.

Koordinator KPAK BS Wirawan sempat melacak keberadaan pemuda ini di internet. Akun Facebook dia ternyata juga berisi link situs bokep Jepang. Minatnya blue film.


Sementara blog pribadinya Madesu Bagus yang beralamat di www.blogger.com/profile/17618654219571395688 sudah dihapus kemarin pagi. Foto si pembuka aib --sedang mengenakan pakaian perawat medis-- ini sempat di-copy. Namun wajahnya kurang terlihat jelas.

“Saya menduga pengunggah video mesum pelajar SMP itu seorang lelaki asal Kendal. Jika pengunggah diketahui identitasnya, sebagai pemilik akun Made Subagus atau MadesuAgus itu bisa dikenai pasal UU Anti-Pornografi dan Pornoaksi serta UU ITE,” terang Wirawan kepada Harsem, kemarin.

Dipidana Biar Kapok

Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang Rasdi Eko Siswoyo dalam wawancara dengan Harsem kemarin menyatakan, pelaku zina dan perekam maupun pengunggah videonya sama-sama bersalah secara hukum dan melanggar norma. Keduanya harus diberi sanksi agar kapok.

“Jika bisa dipidana, harus dipidana, meski si pelaku masih berusia SMP. Itu agar menjadi shock therapy bagi yang lain,” tegasnya.

Rasdi mengatakan, orangtua maupun gurunya tak bisa disalahkan. Sebab tak mungkin orangtua si pelaku mesum mengajari hal itu. Guru sekolahnya juga mustahil mengajarkan berzina. Jadi, hal itu adalah perilaku menyimpang.

Karena itu, lanjutnya, semua kepala sekolah bersama guru dan para orangtua mulai sekarang lebih meningkatkan perhatiannya kepada murid dan anak-anak mereka. Jangan lagi ada yang cuek dan melepas tanggungjawab untuk mengawasi. Dalih kesibukan dan keterbatasan harus dikesampingkan, karena situasinya sudah semakin buruk.

“Kalau anak-anak SMP saja sudah berbuat begitu, ini sudah gawat. Sekarang semua pihak harus bergerak untuk menyelamatkan yang belum telanjur rusak,” ajaknya.

Pelanggaran terhadap norma agama dan aturan hukum itu, kata Rasdi, harus menjadi perhatian para orangtua. Jangan lagi orangtua membiarkan anaknya bergaul bebas dan pacaran tanpa kendali di luar rumahnya. Kasus Mijen dia harap menjadi titik akhir pelajaran bagi semua pihak. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA