Sabtu, 25 Oktober 2014
Follow Us: Facebook twitter
Perekam Video Porno di Kalteng Jadi Tersangka
Headline
Oleh: Palangka Post
sindikasi - Sabtu, 24 September 2011 | 07:30 WIB

INILAH.COM, Kasongan - Masih ingat kasus video porno yang sempat menghebohkan warga Tumbang Samba, Kecamatan Katingan Tengah? Kini kasus yang ditangani oleh Polsek Katingan Tengah dan Polres Katingan ini memasuki babak baru.

Perekam adegan cabul ini yang diketahuiberinisial S (17) telah ditetapkan oleh penyidik sebagai tersangka. Dari hasil pemeriksaan dan pengakuan S, ia pertama kali menyebarkan rekaman adegan porno ini kepada orang lain sehingga menyebar dan menghebohkan masyarakat Tumbang Samba

Sementara itu pelaku adegan porno yang direkam menggunakan HP ini, yakni N (17) dan H (18) hanya sebagai korban. Pihak kepolisian menetapkan S sebagai terdsangka setelah pihak penyidik meminta keterangan saksi ahli.

Penetapan status S ini diungkapkan langsung oleh Kasat Reskrim, Polres Katingan, AKP Dovan, kemarin, usai mengawal penyampaian tuntutan warga Desa Hampalit di Gedung DPRD Katingan.

“Perekam S sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Kita fokus pada penyebarannya, sedangkan N dan H itu hanya korban,” kata Dovan.

Penetapan S sebagai tersangka, setelah pihaknya mendapatkan keterangan dari saksi ahli dan berdasarkan pengakuan S kalau dirinyalah pertama kali melakukan penyebaran rekaman video porno ini.

“Kemarin kita sudah minta keretangan sanksi ahli dan S kita tetapkan sudah sebagai tersangka kemarin. Dua lainnya yang ada dalam rekaman video itu hanya korban,” kata Dovan lagi.

Mencuatnya kasus video porno ini sempat membuat heboh masyarakat Kecamatan Katingan Tengah. Apalagi pemeran adegan dan perekamnya adalah berasal dari daerah ini.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Katingan, H Mahjumi, sebelumnya menyatakan keprihatianannya atas kasus mencuatnya video porno ini.

“Tentu kita sangat prihatin dengan kesus video ini. Tak sepautnya ini terjadi. Ternyata kemajuan teknologisudah disalahgunakan oleh generasi muda kita. Orang tua harus mengambil hikmah atas kejadian ini dan mengontrol perkembangan anak agar kejadian serupa tak kembali terjadi,” kata H Mahjumi. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA